Trend Otomasi Perpustakaan

Banyak manfaat, dari kelas Google minggu ini. Materi pertama mengenai web yang responsif itu idealnya seperti apa, tentu saja hal terpenting adalah enak diakses dari berbagai jenis perangkat. Lalu trend nya seperti apa? (Khususnya untuk perpustakaan)

Saat ini ada 2 jenis, otomasi berbasis Aplikasi Native dan Aplikasi Web Responsif. Apa bedanya?

Native : Bahasa Pemrograman–> Java, Kotlin, Dart-Flutter, JavaScript, C++

Web : JavaScript ES6-ES7-ES8 (Sebenarnya banyak, tapi Google suka pake ini)

APP-Native : Perlu Playstore; Setiap ada update, pengguna harus melakukan download kembali; app disimpan dalam smartphone; kurva belajar android lebih lama; pengembangan aplikasi jauh lebih lama ketimbang web.

APP-WEB : Perlu web server, updating 1x hanya di web server, pemahaman dan pengembangan web lebih cepat dan mudah.

Platform – NATIVE : Android smartphone, versi android tidak kompatibel, artinya pembuatan otomasi musti menentukan standard minimal dapat berjalan pada spek tertentu.
Paltform- WEB : Sejauh ada browser, otomasi bisa jalan dalam berbagai sistem operasi.

Saat ini otomasi perpustakaan paling banyak dibangun dari pendekatan Web, misal SLiMS, Inlis, Koha,dan Dspace. Jarang sekali otomasi dari Aplikasi Native, tapi ya ada contohnya, misalkan i-jack dan i i i lainnya (dari Aksara Maya) dan kubuku.

Dari Pilihan otomasi berbasis Aplikasi Native atau Aplikasi Web, muncul sebuah gagasan mengenai Progresif Web Aplication (PWA) untuk menjembatani kelebihan dan kekurangan dari masing-masing. Ini merupakan trobosan baru dan sekaligus materi kelas google yang saya ikuti.

Apa itu PWA? Bagaimana Penerapannya di Otomasi Perpustakaan? OK, Next on My post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *